TPST Desa Cirejag Karawang Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tumpukan Bahan RDF


1000877263.jpg

KARAWANG,INFONEWS -

Kebakaran melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Cirejag, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang pada Selasa (9/6/2026) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini diduga dipicu oleh material Refuse Derived Fuel (RDF) yang berada di lokasi kejadian.

​Hingga berita ini diturunkan, api masih dalam proses pemadaman oleh petugas yang dibantu warga setempat. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah agar tidak meluas ke pemukiman sekitar.

​​Berdasarkan keterangan awal dari Kepala TPST Desa Cirejag, Ibu Khadijah, titik api diduga pertama kali muncul dari tumpukan bahan cacahan sampah yang dipersiapkan sebagai RDF. Material kering yang menumpuk tersebut diduga mengalami peningkatan suhu internal atau terkena pemantik eksternal, sehingga memicu kobaran api.

​Apa itu RDF? > Refuse Derived Fuel (RDF) adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah kering yang telah dipilah, dicacah, dan dikeringkan. RDF biasanya digunakan sebagai pengganti batu bara di industri semen atau pembangkit listrik. Namun, karena sifatnya yang kering dan mengandung plastik/kertas, material ini sangat mudah terbakar jika manajemen penyimpanannya kurang tepat.

​Meskipun dugaan awal mengarah pada material RDF, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang dan dinas terkait. Hingga saat ini, belum ada rilis resmi mengenai kronologi lengkap maupun estimasi kerugian materiil akibat peristiwa ini.

​​Insiden di TPST Cirejag ini membuka mata kita mengenai risiko teknologi pengolahan sampah hijau jika tidak dibarengi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan yang ketat.

​Ada beberapa faktor teknis mengapa tumpukan RDF bisa memicu kebakaran spontan (spontaneous combustion):

​Proses Dekomposisi Biologis: Jika cacahan sampah organik masih tersisa dan lembap, bakteri akan melakukan pembusukan yang menghasilkan gas metana (CH_4) dan panas. Jika panas terperangkap, suhu akan naik hingga mencapai titik sulut sampah.

​Efek Rumah Kaca Lokal: Tumpukan plastik kering dalam RDF yang terpapar sinar matahari terik secara terus-menerus dapat menumpuk energi panas yang ekstrem.

​Kurangnya Pemantauan Suhu (Thermal Monitoring): Gudang atau area penyimpanan RDF idealnya dilengkapi alat pengukur suhu berkala untuk mendeteksi adanya hotspot (titik panas) sebelum api menyala.

​​Peristiwa kebakaran TPST Cirejag Karawang ini harus menjadi bahan evaluasi bagi Dinas terkait Kabupaten Karawang dan pengelola TPST berbasis RDF lainnya. Transformasi sampah menjadi energi (WTE/ Waste-to-Energy) adalah langkah maju yang sangat baik, namun aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta Mitigasi Kebakaran wajib menjadi prioritas utama.

​Pihak berwenang akan segera memberikan pembaruan informasi (update) setelah olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) selesai dilakukan dan kondisi di lapangan benar-benar kondusif.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka