SDN Tanjung 1 Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang Gelar Nobar Bersama Wali Murid Dalam Gerakan Nasional Literasi Digital

IMG-20240520-WA17.jpg
Nobar Bareng Bersama Wali Murid 
SDN Tanjung 1 
Pto by innews

KARAWANG-BANYUSARI INFONEWS TERKINI -KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi kembali menggelar program literasi digital nasional sektor pendidikan di wilayah Jawa Barat.

 

Kali ini program literasi digital menyasar Wali Murid SDN Tanjung 1 Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

 Kegiatan ini berlangsung pada Senin (19/5/2024) yang dimulai pukul 09.00  sampai dengan selesai.

 

Kemenkominfo pun bersama Siberkreasi menggelar program yang mengusung tema “Bikin Tugas Jadi Mudah Bila Cakap Digital.”

 

Kegiatan nonton bareng (nobar) dengan jumlah 50 wali muri SDN Tanjung 1 Kecamatan Banyusari itu menyuguhkan materi yang didasarkan pada empat pilar utama Literasi Digital, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital.

 

Dalam kegiatan nobar tersebut dipandu OPS (Operator Sekolah ) secara daring Yunus.S.Pd beserta  Guru SDN Tanjung 1. membawakan materi terkait Etika Digital.

 

"Di dunia digital kita berhubungan dan berkolaborasi dengan orang lain, sehingga membutuhkan etika yang dikenal sebagai etika digital," jelas Yunus.

 

Etika digital itu sendiri mencakup kesadaran, tanggung jawab, kejujuran, dan bermanfaat bagi orang lain, yang merupakan sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan untuk mengatur tingkah laku di dunia digital.

“Tata krama dalam menggunakan internet adalah harus menyadari bahwa kita berinteraksi dengan manusia nyata walaupun kita berada di jaringan dan tidak berhadapan," jelasnya.

"Karena bukan sekadar deretan karakter huruf di layar monitor namun dengan karakter manusia yang sesungguhnya. Jadi walaupun kita bicara dengan jaringan atau melalui internet, jangan lupa bahwa yang kita kirimi adalah manusia yang seutuhnya,” papar Yunus.

 

Adapun dalam sambutanya. Kepala sekolah SDN Tanjung 1 Atmanagara. S.Pd

mengatakan jika teknologi digital membuat pola hidup berubah menjadi semakin nyaman, namun di balik itu juga berpotensi membawa dampak buruk mulai dari penipuan, pemerasan, pencurian, hingga hoaks.

 

Ruang Digital Tidak 100% Aman untuk Anak-anak

 

Ia pun menyampaikan lima hal yang perlu dilakukan agar aman di ruang digital, yakni mengamankan Gadget, mengamankan Identitas digital, waspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan paham keamanan digital.

 

“Perlu kita ketahui bahwa ruang digital ini tidak 100% aman untuk anak-anak. Dengan fitur kids mungkin lebih aman secara teknis, tapi juga yang penting adalah kita perlu memberikan edukasi bagi mereka bahwa ini yang aman agar tidak kecanduan,” Aat.

 

Menurut Atmanagara, mesin pencarian mampu untuk mencari halaman web di internet berdasarkan basis data dengan bantuan kata kunci, sehingga semakin spesifik kata kunci yang dimasukkan maka hasilnya akan semakin pas.

 

Ia pun menilai jika kehadiran mesin pencarian sangat membantu kebutuhan akademis atau untuk pelajaran, yang mana sangat mudah digunakan dan sangat mudah diakses.

 

“Kita dapat mencapai kecakapan digital kalau kita tahu tentang apa saja perangkat keras dan perangkat lunak. Kita diharapkan mampu menyeleksi dan memverifikasi informasi yang didapatkan serta menggunakannya untuk kebaikan diri dan sesama kita,” tutupnya

Kepala sekolah juga mengucapakn terimkasih  atas kehadiran para wali murid yang sudah menyempatkan hadir dalam acara nonton bareng tersebut.

Di akhir sesi webinar, para peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan yang dijawab langsung oleh narasumber. Seluruh rangkaian webinar ini dipandu oleh OPS.

 

Red : innews

Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !