- Oleh Infonews871
- 08, Jul 2026
KARAWANG,INFONEWS -
Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Banyusari, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, resmi menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga Sabtu mendatang ini menjadi momentum penting dalam menyambut 322 siswa baru.
Tahun ini, SMKN 1 Banyusari mencatat sebaran peminatan siswa yang cukup dinamis pada tiga kompetensi keahlian. Jurusan Akuntansi mendominasi dengan 126 siswa, disusul oleh jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dengan 126 siswa, serta jurusan Otomotif yang menggaet 84 siswa baru.
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan MPLS kali ini. Merujuk pada instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, SMKN 1 Banyusari mengadopsi program MPLS Pancawaluya. Program ini bukan sekadar seremonial penyambutan, melainkan sebuah manifestasi penguatan karakter berbasis kearifan lokal Sunda.
Dalam sambutannya, Gina Camelia Yuni Saputri, S.E., A.K., M.M., Kepala Subbagian Program dan Keuangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai ancawaluya bagi gen-Z.
Mengenal 5 Pilar Karakter Pancawaluya:
Cageur: Membentuk siswa yang sehat secara jasmani dan rohani.
Bageur: Menanamkan perilaku baik, sopan santun, dan berakhlak mulia.
Bener: Mengedukasi siswa untuk bertindak jujur dan berintegritas.
Pinter: Mendorong kecerdasan akademik dan keterampilan teknis Vokasi.
Singer: Menumbuhkan jiwa yang mawas diri, responsif, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Banyusari, Nana Supriatna, S.T., menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat, khususnya di wilayah Banyusari, yang telah menitipkan masa depan anak-anak mereka di sekolah ini.
"Kami berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari perundungan (bullying) dan kekerasan fisik maupun psikologis," ujar Nana Supriatna.
Namun, di balik komitmen tersebut, institusi pendidikan vokasi hari ini dihadapkan pada tantangan yang tajam. Tingginya minat siswa pada jurusan Akuntansi dan RPL mencerminkan pergeseran kebutuhan pasar ke arah digitalisasi ekonomi.
Tantangan terbesar SMKN 1 Banyusari ke depan adalah bagaimana menyelaraskan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri (link and match). Penyerapan lulusan Otomotif di tengah transisi kendaraan listrik (EV) serta lulusan RPL di era kecerdasan buatan (AI) menuntut sekolah tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada sertifikasi kompetensi nyata.
Untuk memastikan seluruh materi tersampaikan dengan efektif dan humanis, pihak sekolah telah menyusun lini masa kegiatan sebagai berikut:
Hari fokus Kegiatan target Output
Hari 1 - 2 Orientasi Lingkungan & Pengenalan Budaya Sekolah adaptasi fisik dan sosial siswa di lingkungan baru.
Hari 3 - 4 Pendalaman Karakter Pancawaluya & Wawasan Kebangsaan internalisasi nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer.
Hari 5Demo Ekstrakurikuler & Penutupan pemetaan minat bakat non-akademik siswa.
Melalui implementasi MPLS Pancawaluya yang terukur, SMKN 1 Banyusari diharapkan mampu melahirkan lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja secara teknis, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan karakter yang kuat di tengah disrupsi zaman.
Eghi Alam
Belum ada komentar.