- Oleh Infonews871
- 09, Feb 2026
JAKARTA - Infonews Terkini.
Program Koprasi Merah Putih (KDMP) tengah menjadi sorotan, setelah muncul dugaan selisih Anggaran di Berbagai Desa. Berdasarkan Penelusuran yang beredar Alokasi disebut mencapai Sekitar Rp. 1,6 Miliar per Desa, sementara Realisasi fisik dan Oprasional di lapangan di klaim berkisar Rp. 900 Juta Rupiah. Jika angka tersebut benar, terdapat selisih sekitar Rp. 700 juta Rupiah Per Desa yang belum ter jelaskan secara rinci, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Pihak Pengelola Program yang Memverifikasi angka tersebut secara Nasional.
Isu lain yang mencuat adalah Persoalan lahan. Sejumlah Desa dilaporkan mengalami kendala karena tidak tersedia skema ganti rugi untuk tanah hibah. Akibatnya ada Koprasi yang berjalan diatas tanah Hibah tanpa Kompensasi. Sementara di Desa lain, Pembangunan belum terlaksana meski Anggaran disebut sudah Cair. Kondisi ini memunculkan Pertanyaan mengenai Kesiapan Lahan Sebelum Pencairan Dana dan Mekanisme Pengawasan Realisasi Anggaran. Dari hasil Pantauan di berbagai Desa banyak nya Pembangunan KDMP yang tidak memenuhi Standart, Seperti tidak adanya Papan Kegiatan dilokasi Pembangunan Tersebut.
Mengacu pada Data Badan Pusat Statistik Melalui Potensi Desa 2024 , Indonesia Memiliki 75,753 Desa dan 8,486 Kelurahan atau Total 84,276 unit Setingkat Desa. Jika Asumsi selisih Rp. 700 Juta Rupiah terjadi secara merata, Perhitungan sederhana menunjukan Potensi Angka sekitar Rp. 58,99 Trilliun. Angka Tersebut masih bersifat Estimasi berbasis Asumsi dan memerlukan Audit Resmi untuk memastikan Validitasnya.
Red (Ag)
Belum ada komentar.