Pemkab Karawang Bangun Drainase Rp189 Juta di Desa Telarsari Jatisari, Warga Sambut Positif


KARAWANG,INFONEWS -

1001058694.png

Pemerintah Kabupaten Karawang terus merealisasikan program pembangunan infrastruktur melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Salah satunya berupa pembangunan drainase lingkungan di Dusun Telarsari RT 002/RW 001, Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, melalui kegiatan Sumber Daya Air (SDA).

‎Pembangunan drainase lingkungan itu tercatat memiliki volume panjang 129,50 meter dengan tinggi 0,90 meter pada masing-masing sisi. Pekerjaan bersumber dari APBD Kabupaten Karawang dengan nilai kontrak sebesar Rp189.058.000.

Dalam papan informasi juga tercantum waktu pelaksanaan selama 60 hari kalender, terhitung mulai 4 September hingga 2 November 2026. Adapun kontraktor pelaksana yang tercantum adalah CV. Wirasuta Kahuripan.

‎Keberadaan pembangunan drainase tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Salah seorang warga, Asep, menyampaikan apresiasi karena pembangunan dinilai dapat menjawab kebutuhan lingkungan, terutama dalam menghadapi persoalan aliran air saat musim hujan.

‎Menurut Asep, masyarakat berharap pekerjaan yang tengah berlangsung tersebut benar-benar menghasilkan saluran drainase yang berfungsi optimal dan mampu mengurangi risiko air meluber ke kawasan permukiman.

‎“Terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah maupun pihak pelaksana. Kami berharap pembangunan ini sesuai dengan harapan masyarakat,” ujar Asep, Selasa (15/9/2026).

‎Ia menambahkan, persoalan genangan atau limpasan air selama ini menjadi salah satu kekhawatiran warga ketika intensitas hujan meningkat.

‎“Semoga saat musim penghujan datang, air yang sebelumnya meluber ke pemukiman bisa teratasi. Harapannya tidak terjadi banjir,” tambahnya.

‎Di tengah apresiasi tersebut, kualitas pekerjaan tetap menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian. Pasalnya, pembangunan yang menggunakan uang negara tidak hanya dituntut selesai secara administratif, tetapi juga harus memberikan manfaat dan ketahanan konstruksi sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

‎Transparansi melalui papan informasi proyek juga menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengetahui nama kegiatan, lokasi, sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan hingga pihak pelaksana.

‎Dengan nilai kontrak mencapai Rp189 juta, publik tentu memiliki kepentingan untuk memastikan pekerjaan tersebut dilaksanakan sesuai dokumen kontrak, spesifikasi teknis, volume, serta ketentuan yang berlaku.

‎Pengawasan dari pihak terkait dan partisipasi masyarakat menjadi penting agar pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada persoalan serapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan sarana yang berkualitas dan bermanfaat dalam jangka panjang.

‎Sementara itu, pihak pelaksana dari CV. Wirasuta Kahuripan yang berinisial SM mengatakan, pekerjaan akan dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

‎“Sebagai pelaksana, tentunya kami akan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan harapan masyarakat dengan berpedoman pada juklak dan juknis pekerjaan. Kualitas akan kami kedepankan,” kata SM.

‎Ia menegaskan bahwa kualitas konstruksi menjadi salah satu perhatian pihaknya agar bangunan drainase dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

‎Menurutnya, pekerjaan tersebut merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh pihak ketiga sebagai pelaksana kegiatan.

‎Pembangunan drainase di Desa Telarsari kini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki infrastruktur pengelolaan air di lingkungan masyarakat. Ke depan, efektivitas drainase tersebut tentu akan terlihat dari kemampuannya mengalirkan air dan mengurangi potensi genangan, khususnya ketika curah hujan tinggi.

Karena menggunakan anggaran publik, masyarakat juga berhak mendapatkan hasil pembangunan yang sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi pekerjaan. Pengawasan secara berkelanjutan menjadi kunci agar setiap rupiah APBD yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka