Pejabat Bea Cukai Akui Dana Suap Dipakai Untuk Biaya Operasional Penugasan Tim Intelejen Tertutup.


[Pejabat Bea Cukai Akui Dana Suap Dipakai Untuk Biaya Operasional Penugasan Tim Intelejen Tertutup.]

JAKARTA-INFONEWS TERKINI. 

Mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai Kantor Pusat Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo, mengungkapkan bahwa dana operasional di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan, termasuk penugasan tim intelijen yang bersifat tertutup.

Dana operasional itu diduga berasal dari suap pengusaha cukai, salah satunya Blueray Cargo.

Budiman menyampaikan keterangan itu saat menjadi saksi dalam sidang dugaan suap dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

Menurut Budiman, Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) sebenarnya memiliki anggaran resmi berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Dana Operasional Kegiatan Pengamanan Kekayaan Negara (DOKPPN) untuk membiayai kegiatan kedinasan.

Namun, dana operasional tetap digunakan untuk membiayai kebutuhan yang tidak tercakup dalam DOKPPN, salah satunya penugasan tim intelijen yang dilakukan secara tertutup.

Dalam perkara ini, jaksa KPK mendakwa tiga eks pejabat Bea Cukai menerima suap dan gratifikasi senilai sekitar Rp 78,8 miliar yang diduga bertujuan memperlancar proses pengeluaran barang impor milik Blueray Cargo Group.

Red (Ag). 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka