- Oleh Infonews871
- 05, Feb 2026
KARAWANG,INFONEWS -
Seringkali, tembok terbesar yang menghalangi kesuksesan sese
orang bukan datang dari faktor eksternal, melainkan dari dalam pikiran sendiri. Premis inilah yang melatarbelakangi kegiatan penyuluhan inspiratif yang diinisiasi oleh mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung di SMKN 1 Banyusari pada Jumat (06/02/2026).
Mengusung tema "Self Improvement Dimulai dari Menantang Pikiran 'Aku Gak Mampu'", kegiatan ini hadir sebagai oase edukatif bagi para siswa kelas XII yang tengah berada di persimpangan jalan menuju dunia kerja maupun perguruan tinggi.
Dalam paparannya, tim penyuluh menekankan bahwa self improvement yang sehat bukanlah tentang ambisi buta untuk menjadi sempurna. Seringkali, kalimat "Aku tidak mampu" hanyalah sebuah pola pikir (mindset), bukan fakta objektif.
Ada empat pilar utama yang dibedah dalam sesi ini untuk membongkar keterbatasan mental tersebut:
1.Uji Realita: Mempertanyakan apakah hambatan yang dirasakan benar-benar nyata atau hanya asumsi negatif.
2.Redefinisi Dialog Diri: Mengubah cara berbicara pada diri sendiri dari yang bersifat menjatuhkan menjadi suportif.
3.Langkah Mikro (Small Steps): Memulai pertumbuhan dari tindakan kecil yang konsisten.
Normalisasi Kegagalan: Memandang kegagalan sebagai data untuk perbaikan, bukan akhir dari segalanya.
4.Normalisasi Kegagalan: Memandang kegagalan sebagai data untuk perbaikan, bukan akhir dari segalanya.
"Belum sampai ke tujuan bukan berarti tidak mampu. Setiap proses, sekecil apa pun, adalah bentuk kemajuan yang nyata," tegas perwakilan mahasiswi UIN Bandung dalam materinya.
Menanggapi inisiatif tersebut, Plt. Kepala SMKN 1 Banyusari Kardiyah,S.Pd memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis mengenai kesehatan mental siswa. Menurutnya, siswa SMK seringkali dihadapkan pada tekanan kompetensi teknis yang tinggi, sehingga aspek psikologis seperti rasa percaya diri terkadang terabaikan.
"Pola pikir bertumbuh atau Growth Mindset harus dimiliki oleh setiap murid. Tanpa itu, keahlian teknis sehebat apa pun akan terhambat oleh sikap pesimistis," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa UIN Bandung membawa "warna baru" yang segar bagi siswa kelas XII yang rentan mengalami quarter-life crisis dini sebelum lulus.
Secara edukatif, kegiatan ini menyentuh aspek Metakognisi kemampuan untuk memikirkan apa yang kita pikirkan. Bagi siswa remaja, kemampuan untuk menantang mental block adalah aset krusial. Dalam dunia kerja modern, fleksibilitas kognitif dan ketahanan mental (grit) seringkali lebih dihargai daripada sekadar nilai akademik.
Kegiatan di SMKN 1 Banyusari ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengisi kepala dengan rumus, tetapi juga tentang membenahi cara pandang terhadap diri sendiri. Menantang pikiran "Aku tidak mampu" adalah langkah pertama untuk membuka pintu-pintu peluang yang selama ini terkunci oleh rasa ragu.
Eghi Alam
Belum ada komentar.