JANJI KERJA BERUJUNG PETAKA! Puluhan Calon Karyawan Diduga Jadi Korban, Rp21 Juta Melayang


JANJI KERJA BERUJUNG PETAKA! Puluhan Calon Karyawan Diduga Jadi Korban, Rp21 Juta Melayang

KARAWANG – INFONEWS TERKINI – Harapan mendapatkan pekerjaan layak justru berubah menjadi petaka. Puluhan calon tenaga kerja dari sejumlah daerah di Jawa Barat, mulai dari Karawang, Subang hingga Purwakarta, diduga menjadi korban dugaan penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja.

Nama M. Yusup, warga Cicinde Selatan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, disebut-sebut oleh sejumlah korban dalam kasus yang kini mulai mencuat ke permukaan.

Para korban mengaku sebelumnya mendapat iming-iming dapat bekerja di sejumlah perusahaan dan PT. Karena tergiur harapan mendapatkan pekerjaan, sejumlah calon tenaga kerja kemudian menyerahkan uang dengan nominal yang tidak sedikit.

Namun, setelah uang diserahkan, pekerjaan yang dijanjikan diduga tidak kunjung terealisasi. Kondisi tersebut membuat para korban merasa dirugikan dan mulai mempertanyakan kejelasan proses rekrutmen serta keberadaan uang yang telah mereka keluarkan.

Salah satu korban, Kiki, warga Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, mengaku mengalami kerugian hingga Rp21 juta.

Kiki mengungkapkan, uang tersebut diserahkan dalam rangka proses mendapatkan pekerjaan. Namun, hingga kini dirinya mengaku belum mendapatkan kepastian pekerjaan sebagaimana yang sebelumnya dijanjikan.

"Kerugian saya sekitar Rp21 juta. Saya sudah berusaha meminta kejelasan dan pertanggungjawaban. Kalau persoalan ini tidak ada penyelesaian, saya siap melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum," tegas Kiki.

Bukan Hanya Satu Korban?

Persoalan ini semakin menjadi sorotan setelah muncul informasi adanya sejumlah calon tenaga kerja lainnya yang mengaku mengalami nasib serupa. Mereka berasal dari beberapa wilayah, di antaranya Karawang, Subang, dan Purwakarta.

Jika seluruh pengakuan tersebut benar, maka muncul pertanyaan besar: berapa total kerugian para korban dan berapa banyak calon tenaga kerja yang diduga telah menjadi korban?

Para korban kini berencana mengumpulkan bukti-bukti, mulai dari bukti transfer, percakapan, hingga dokumen atau komunikasi terkait proses perekrutan, sebagai bahan untuk melaporkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Kiki bersama korban lainnya berharap kasus ini dapat segera diusut secara transparan apabila laporan resmi telah disampaikan.

"Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik. Tapi kalau tidak ada itikad baik dan pertanggungjawaban, kami akan menempuh jalur hukum. Kami juga tidak ingin ada korban lain yang mengalami kejadian seperti kami," ungkapnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja, agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang mengharuskan calon tenaga kerja menyerahkan sejumlah uang.

Masyarakat juga diimbau memastikan legalitas perusahaan, kejelasan proses rekrutmen, serta meminta bukti resmi sebelum menyerahkan uang dalam bentuk apa pun.

Hingga berita ini diterbitkan, M. Yusup belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan atas tudingan yang disampaikan oleh para korban. Redaksi INFONEWS TERKINI membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi M. Yusup maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara berimbang.

Kini, para korban menunggu satu hal: pertanggungjawaban. Jika tidak ada penyelesaian, jalur hukum disebut menjadi pilihan terakhir untuk mencari keadilan.

Red by innews 


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka