- Oleh Infonews871
- 04, Apr 2026
KARAWANG,INFONEWS –
Sebuah insiden memilukan kembali mencoreng wajah pelayanan kesehatan di Kabupaten Karawang. Dania Oktaviani (15), putri dari Dadang, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Banyusari, diduga mendapatkan perlakuan tidak memanusiakan saat membutuhkan pertolongan medis darurat di RSUD Jatisari pada Kamis, 16 April 2026.
Kejadian bermula ketika Dania dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jatisari karena kondisi kesehatannya yang menurun. Namun, alih-alih mendapatkan pemeriksaan awal (triage) yang semestinya, pihak keluarga justru dibenturkan pada alasan klasik: ruangan penuh.
Dadang menyayangkan sikap apatis tenaga medis yang bertugas saat itu. Menurutnya, persoalan utama bukanlah ketersediaan bed, melainkan etika pelayanan dan prosedur medis dasar.
"Saya hanya butuh penanganan dulu di IGD. Kalaupun ruangan penuh, tolong manusiakan manusia. Jangan diam saja. Dokter sama sekali tidak merespons dan tidak memeriksa," ujar Dadang dengan nada kecewa.
Secara medis dan administratif, IGD memiliki kewajiban untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap setiap pasien yang datang tanpa terkecuali. Pernyataan perawat bahwa "ruangan penuh" sebelum dokter melakukan pemeriksaan fisik adalah pelanggaran terhadap standar prosedur operasional (SPO) rumah sakit.
Tanggung Jawab IGD: Dokter jaga di IGD bertanggung jawab penuh atas stabilitas pasien sebelum memutuskan apakah pasien bisa dirawat, dirujuk, atau dipulangkan.
Sistem Rujukan: Jika fasilitas tidak memadai, RSUD berkewajiban mencarikan RS rujukan melalui sistem Sisrute, bukan membiarkan keluarga pasien pergi tanpa kepastian medis.
Kejadian yang menimpa anak seorang tokoh sosial seperti Ketua IPSM ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Karawang. Dadang secara terbuka meminta perhatian langsung dari Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, untuk membenahi manajemen pelayanan di RSUD Jatisari.
"Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar jargon pelayanan prima. Jangan sampai masyarakat kecil lainnya mengalami nasib serupa, terkatung-katung di depan pintu rumah sakit milik pemerintah sendiri," tegas Dadang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Jatisari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembiaran pasien di ruang IGD tersebut.
Nuraeni
Belum ada komentar.