- Oleh Infonews871
- 26, Apr 2026
KEBUMEN INFONEWS TERKINI
Cukup menggemparkan publik, praktik ilegal kembali mencuat, .sorotan tajam masyarakat Kebumen dan publik atas peredaran obat keras terbatas tanpa izin resmi,yang dikenal sebagai obat terlarang tipe G, kini marak beredar di Kebumen dengan bebas.
Maraknya peredaran obat terlarang ini diduga tidak hanya melibatkan jaringan pengedar biasa, namun juga menyeret nama oknum aparat penegak hukum.di wilayah Kebumen pada (26/4/2026).
Distribusi obat-obatan tanpa ijin resmi maupun legalitas dari BPOM RI menunjukkan bahwa bisnis ini telah menjadi lahan empuk dan lahan basah” bagi pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan pribadi ya g cukup besar.
Obat tipe G yang seharusnya hanya bisa diperoleh melalui apotek resmi dengan resep dokter, justru beredar bebas di masyarakat.di wilayah Kebumen.dan ini sungguh sangat sangat miris.
Lebih mengejutkan lagi, seorang pelaku pengedaran obat daftar G yang terlibat dalam distribusi ilegal ini mengaku bahwa usahanya dalam mengedarkan obat terlarang yang tergolong dalan obat daftar G dirinya dibekingi oleh seorang oknum Penegak hukum yang diduga menjabat sebagai Kanit di lingkungan jajaran Polres Kebumen.
Ia menyebut adanya “koordinasi secara langsung dengan oknum tersebut, guna memastikan kelancaran bisnis haramnya agar tetap aman dari pengawasan dan penindakan hukum.
Fenomena ini memicu kekhawatiran serius, dan menjadi sorotan publik atas maraknya peredaran obat tipe G secara ilegal dan blak blak kan, hal ini sangat berpotensi besar meningkatkan penyalahgunaan obat terlarang,type G ini, terutama di kalangan remaja dan masyarakat ekonomi rendah, yang tergiur dengan obat harga murah dan kemudahan akses. Dampaknya tidak main-main—mulai dari kecanduan, kerusakan organ tubuh, hingga risiko kematian.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya turut menguatkan atas dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum di kebumen.dan jika benar, hal ini menjadi ironi besar di tengah upaya pemberantasan narkotika dan obat terlarang.
Dugaan tersebut dinilai dapat membuat penegakan hukum menjadi lemah dan tumpul, penegak hukum yang seharusnya menegakan hukum dengan tegas dan ketat, justru mengapa malah memperkuat jaringan ilegal.
Aktivis kesehatan masyarakat diwilayah kebumen mendesak agar kasus ini untuk diusut tuntas.
"Jika terbukti ada oknum aparat yang terlibat, " maka harus ada sanksi tegas, baik secara etik maupun pidana,” tegas beberapa aktifis kepada wartawan.
Sorotan tajam kini mengarah kepada pucuk pimpinan Kepolisian setempat. Kapolres diminta turun langsung untuk melakukan investigasi menyeluruh.tekait permasalahan ini.dan selain itu, Divisi Propam Polri juga didesak segera mengambil langkah tegas guna memastikan integritas dan kinerja institusi tetap terjaga.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada dan tidak membeli obat keras secara sembarangan.Selain melanggar hukum, penggunaan tanpa pengawasan medis dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Kasus ini menjadi cerminan lemahnya pengawasan distribusi obat keras diwilayah Kebumen dan sekaligus membuka tabir gelap dugaan praktik kotor di lingkungan aparat penegak hukum.
Transparansi dan kinerja maupun ketegasan dari pihak berwenang kini sangat dinantikan warga kebumen, untuk memutus rantai bisnis ilegal yang merugikan masyarakat luas.
Hingga berita ini di terbitkan tim investigasi dan tim telusur dari sejumlah media terus akan mengawal dan memantau sejauh mana ketegasan pihak kepolisian atas kasus ini.
Red : Tim Innews Tv
Belum ada komentar.