
Yogyakarta-Infonews871.com-
Menyambut Paskah 2025, Penulis Dr. Haryadi Baskoro meluncurkan buku-

buku barunya bertema Kristen Kebangsaan. Buku-buku ini ditulis khusus untuk membangkitkan semangat nasionalisme para pemimpin dan ummat Kristen di Indonesia. Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang cinta tanah air, setiap orang Kristen harus mengamalkan Pancasila, UUD 1945, taat hukum, menjalankan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, dan berkomitmen menjaga NKRI.
Beberapa judul buku barunya antara lain (1) Bolehkah Pendeta Berpolitik?, (2) Wawasan Kebangsaan Wanita Kristen, (3) Akankah Kekristenan Terancam Jika Tak Ada Pancasila, (4) 8 Langkah menuju Gereja yang Berdampak bagi Bangsa, (5) Memahami UU Narkotika: Wawasan Hukum untuk Mempertajam Pelayanan Kristen, (6) Memahami UU PKDRT: Wawasan Hukum untuk Mempertajam Pelayanan Kristen. Semuanya diterbitkan oleh Penerbit LUMELA.
Dr. Haryadi mengatakan bahwa para pemimpin dan ummat Kristen di Indonesia perlu memiliki wawasan kebangsaan sehingga bisa berpartisipasi dalam hidup berbasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Para mahasiswa di sekolah-sekolah teologi juga jangan hanya belajar Alkitab dan teologi, tetapi mengasah multi-kompetensi agar bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan,"imbuhnya.
Menurut Pulung Wahyu Pinto,S.H dari HP Ministry, buku-buku karya Dr. Haryadi bukan hanya tentang isu-isu rohani Kristen, tetapi juga tentang isu-isu kebudayaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan. Soal mengapa Dr. Haryadi giat menulis buku rohani Kristen, menurut saya itu karena pengaruh dari kakeknya, Pendeta Yosaphat Darmohatmodjo (alm). Eyang Darmo adalah salah seorang tokoh Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Yogyakarta. Sedangkan mengapa Dr. Haryadi banyak menulis tentang isu-isu kebudayaan, itu karena pengaruh ayahnya, Sudomo Sunaryo (alm) yang adalah penulis pidato Gubernur dan Wagub pertama DIY sealama 30 tahun. Jadi memang ia mewarisi jiwa menulis, paparnya.
Satu hal lagi yang menarik dari Dr. Haryadi Baskoro menurut Pulung. Secara silsilah yang disahkan dengan serat kekancingan dari Kraton Yogya, Dr. Haryadi itu terhitung keturunan dari Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Kasultanan Yogya. Karena itu dalam pekerjaan maupun pelayanannya ia sangat mengapresiasi kebudayaan dan kearifan lokal. Dr. Haryadi bukan hanya menulis buku-buku tentang Yogyakarta, tetapi sekarang sedang berkolaborasi dengan tokoh muda dari Murung Raya Kalimantan Tengah, Kabik Amaz Jasikha, untuk menulis buku tentang budaya Dayak, pungkas Pulung.
Dr.Haryadi juga berkolaborasi dan bersinergi utk karya serta misi pelayanan dalam wadah HP Ministry ...bersama sama membuat buku yg berjudul Pendeta & Pemimpin Kristen yg berjiwa negarawan & Mahasiswa Kristen Pemimpin masa depan Indonesia... ditulis bersama rekan2 nya yaitu Yetro M Yoseph ( Anggota Dewan Propinsi KalTeng) & Pulung W Pinto ( Entrepreneur).
Dari karya karya buku ini juga berencana ditahun ini utk melakukan misi pelayanan ke kabupaten Murung Raya kalTeng dimana kepala daerah nya / Bupati nya bernama Heriyus M Yoseph sebagai seorang Nasrani.(Herman)
Komentar
Belum ada komentar !