​Dapatkan Alokasi Revitalisasi 2026, SDN Mekarsari I Jatisari Genjot Pembangunan Sarana Sekolah


1001044329.jpg
Informasi anggaran Revitalisasi SD Negeri  MEKARSARI I

‎KARAWANG,

‎Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 untuk SD Negeri Mekarsari I, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

‎‎Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari rehabilitasi ruang kelas hingga pembangunan fasilitas penunjang lainnya. Informasi mengenai kegiatan tersebut terpampang melalui papan informasi di lokasi sekolah, sehingga masyarakat dapat mengetahui jenis pekerjaan, nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, serta waktu pelaksanaan.

‎‎Berdasarkan informasi pada papan kegiatan, pekerjaan revitalisasi SDN Mekarsari I mencakup sejumlah kegiatan dengan nilai anggaran yang tercantum sebagai berikut:

‎Rehabilitasi ruang kelas: Rp139.801.375

‎Rehabilitasi ruang kelas: Rp135.884.235

‎Rehabilitasi ruang kelas: Rp138.801.829

‎Pembangunan ruang kelas: Rp297.162.342

‎Pembangunan ruang kelas: Rp297.162.342

‎Pembangunan ruang kelas: Rp297.162.342

‎Pembangunan toilet: Rp158.289.600

‎Pembangunan ruang UKS: Rp174.999.813

‎Pembangunan ruang perpustakaan: Rp297.162.342

‎Pembangunan ruang administrasi: Rp319.545.999

‎Penataan lingkungan: Rp100.000.000

‎‎Seluruh kegiatan tersebut disebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri Mekarsari I.

‎‎Dalam papan informasi juga tercantum waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 24 Agustus hingga 22 Desember 2026. Lokasi kegiatan berada di Dusun Bakan Ngantay RT 01/RW 06, Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.

‎‎Kepala SDN Mekarsari I, Hj. Yayah Sariyah, S.Pd., mengatakan pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) program.

‎‎“Pembangunan yang saat ini sedang berjalan kami mengacu kepada pedoman juklak dan juknis sesuai arahan,” ujar Hj. Yayah kepada awak media, Kamis (10/9/2026).

‎‎Menurutnya, unsur-unsur yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan turut dilibatkan, termasuk pekerja dari lingkungan sekitar, orang tua atau wali murid, serta komite sekolah.

‎‎Ia menilai revitalisasi tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar di SDN Mekarsari I.

‎‎“Pembangunan sarana dan prasarana ini sangat menunjang kenyamanan warga sekolah, khususnya peserta didik dan pendidik, agar proses belajar mengajar lebih nyaman,” katanya.

‎‎Hj. Yayah menambahkan bahwa pihak sekolah berupaya menjalankan pembangunan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Pelibatan berbagai unsur tersebut, menurutnya, dimaksudkan agar proses pembangunan berjalan sesuai pedoman program.

‎‎Program revitalisasi satuan pendidikan tidak semata-mata berbicara mengenai berdirinya ruang kelas atau fasilitas baru. Lebih jauh, pembangunan yang bersumber dari APBN juga memiliki aspek penting lain, yakni transparansi, akuntabilitas, kualitas pekerjaan, dan manfaat bagi peserta didik.

‎‎Karena itu, keberadaan papan informasi kegiatan menjadi salah satu sarana penting agar masyarakat dapat ikut mengetahui penggunaan anggaran publik di lingkungan pendidikan.

‎‎Dengan nilai kegiatan yang cukup besar dan melibatkan berbagai jenis pekerjaan, masyarakat tentu memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa pembangunan berlangsung sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, jadwal, serta ketentuan program yang berlaku.

‎‎Pengawasan publik dalam konteks ini bukan berarti menuduh adanya penyimpangan. Sebaliknya, pengawasan merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan pemerintah benar-benar menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa serta tenaga pendidik.

‎‎Di luar program revitalisasi yang sedang berjalan, pihak sekolah juga menyebut telah melakukan sejumlah pembenahan sejak Hj. Yayah Sariah menjabat sebagai kepala sekolah.

‎‎Beberapa fasilitas yang disebut telah mendapat perhatian antara lain sarana kebersihan, MCK, taman sekolah, serta sarana ibadah.

‎‎Pembenahan tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman. Namun, dengan adanya program revitalisasi bersumber dari APBN 2026, kebutuhan penguatan fasilitas sekolah diharapkan dapat semakin terpenuhi secara bertahap.

‎‎Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya dapat diukur dari berapa banyak ruang yang dibangun atau direhabilitasi. Ukuran yang lebih penting adalah apakah fasilitas tersebut berkualitas, sesuai kebutuhan sekolah, transparan dalam pelaksanaannya, dan benar-benar memberikan dampak terhadap kenyamanan serta kualitas pembelajaran siswa.

‎Dengan masa pelaksanaan hingga Desember 2026, proses pembangunan di SDN Mekarsari I masih berjalan. Perkembangan pekerjaan dan hasil akhir revitalisasi nantinya menjadi bagian penting yang dapat dilihat bersama oleh masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus publik yang turut memiliki kepentingan terhadap penggunaan anggaran negara.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka