​Willy 'Preman Pensiun' dan Kawan-Kawan Hadiri HUT ke-5 SSB Lingga Wangi di Karawang, Tegaskan Potensi Besar Bibit Muda Pesisir


1001043689.jpg

Karawang,Infonews  — 

Perayaan ulang tahun ke-5 Sekolah Sepak Bola (SSB) Lingga Wang

1001043226.jpg

i di Lapangan Lingga Wangi, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Minggu (6/9/2026), bukan sekadar seremonial turnamen usia dini. Ajang bertajuk Lingga Wangi Cup ini menjadi cerminan nyata dinamika pembinaan usia muda di daerah, yang menyimpan potensi luar biasa sekaligus tantangan struktural yang perlu segera dibenahi.

Turnamen yang mempertandingkan kelompok usia 10 tahun dan 12 tahun ini sukses menarik antusiasme tinggi. Peserta hadir dari berbagai daerah, bahkan luar kota, demi menguji kemampuan di atas lapangan hijau. Puncak turnamen ditandai dengan laga final sengit antara SSB Lingga Wangi melawan SSB Pandawa Rengasdengklok, yang akhirnya dimenangkan oleh SSB Pandawa Rengasdengklok sebagai juara pertama.

Kehadiran figur publik sekaligus pegiat seni peran, Willy "Preman Pensiun", memberikan warna tersendiri dalam perhelatan ini. Sebagai sosok berdarah Sancang, Garut Selatan, ia menyoroti ketangguhan mental dan bakat alami anak-anak pesisir dalam mengolah si kulit bundar.

"Talenta-talenta pesisir ini dari dulu di dunia sepak bola sudah mantap. Saya sangat percaya diri dengan bibit-bibit unggul persepakbolaan di pesisir," ujar Willy penuh keyakinan.

Ia melontarkan kritik konstruktif agar para pemandu bakat (scout talent) dari perkotaan lebih jeli dan adil dalam memantau potensi di daerah. Willy secara terbuka menyentil praktik non-teknis yang kerap menghambat kemajuan atlet muda, yang ia sebut sebagai fenomena "3D: Deket, Dulur, Duit" (kedekatan personal, ikatan kekerabatan, dan faktor finansial). Menurutnya, jika murni mengandalkan bakat alam dan etos kerja, anak-anak daerah siap bersaing di level nasional.

Di balik optimisme tersebut, evaluasi mendalam disampaikan oleh Coach Rohman. Ia memetakan perbandingan objektif antara pola pembinaan sepak bola di perkotaan dan pedesaan/pesisir.

Keunggulan Wilayah Pesisir/Kampung: Ketersediaan ruang, alam, dan fasilitas penunjang latihan yang natural sering kali lebih berlimpah dibanding kota yang padat penduduk.

Tantangan Utama: Tantangan terbesar di daerah bukanlah pada bakat atau fasilitas, melainkan pada konsistensi disiplin para pemain muda yang dinilai masih tertinggal dibanding ekosistem sepak bola perkotaan.

Pernyataan ini menjadi alarm edukatif bagi para pelatih SSB di daerah. Bakat alam saja tidak cukup; kedisiplinan taktis, pola makan, dan ketepatan waktu latihan harus dibentuk sejak usia 10 dan 12 tahun agar transisi dari pemain amatir menuju profesional dapat berjalan mulus.

Kesuksesan penyelenggaraan Lingga Wangi Cup ke-5 ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh dari berbagai pihak, di antaranya Akew Garage 212, Barisan Inti Pasukan 12, Drone Garage Fly 212, serta Vespa Owner Club (VoC) Cilamaya-Karawang.

Ketua penyelenggara sekaligus figur di balik layar, Akew, menyampaikan harapan tertingginya di usia setengah dekade lembaga pembinaan ini.

​"Semoga di umur 5 tahun ini SSB Lingga Wangi semakin jaya, semakin berkembang, dan terus konsisten menciptakan bibit-bibit unggul atlet sepak bola nasional," ungkap Akew.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.