Tambang Pasir Putih Mitra PERUSDA Banjarnegara Jawa Tengah.Jadi Sorotan Tajam Publik, Akibat Lemahnya Pengawasan


BANJARNEGARA INFONEWS TERKINI.                       Dalam rangka peningkatan Penghasilan Asli Daerah ( PAD ), dengan memanfaatkan sumber daya alam, Pemerintah daerah Banjarnegara melalui  Perusda  melakukan eksplorasi pasir putih yang mengandung " Celica " secara besar besaran dengan menggandeng mitra penambang.

Namun ironisnya,  penambang sebagai mitra Perusda dalam mengoperasikan tambang pasir mendapat sorotan tajam  publik akibat dari dampak lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat sekitar yang merasa dirugikan akibat  padatnya lalulintas armada pengangkut hasil tambang.

Saat team media menyambangi  lokasi tambang di Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara pada Jumat,(4/9/2026) mendapati nampak dengan jelas eksplorasi sumber daya alam secara besar - besaran dengan menggunakan alat berat, dan hasil tambangnya diangkut keluar dengan puluhan armada dump truck. 

Menyikapi hal tersebut kemudian awak media bergegas mendatangi kantor Perusda.pada Selasa (9/9/2026)  untuk melakukan klarifikasi dengan pihak pejabat Perusda terkait operasional tambang,

Kedatangan awak media  ditemui oleh PLT Direktur Perusda, namun karena PLT Direktur Perusda belum siap menjawab pertanyaan awak media lalu pertemuan dalam rangka klarifikasi tersebut dijadwalkan  kembali pada Rabu, 9 September 2026 sekira pukul 13.30 WIB.

Saat ditemui wartawan dikantornya  Chikmah Siti Rahayu S.E.M.Akun,  selaku PLT Direktur Perusda Banjarnegara menjelaskan bahwa, "Ijin pertambangan secara keseluruhan dari mitra penambang menginduk kepada Perusda, dengan MOU antara Perusda dengan mitra penambang.

INDIKASI PENGGUNAAN BBM BERSUBSIDI MENCUAT.          Disela - sela wawancaranya dengan sejumlah wartawan  PLT Direktur Perusda mengaku bahwa,  "Pengawasan secara langsung dilapangan tidak pernah dilakukan,  "Namun hanya pernah  beberapa kali melakukan tinjauan saja.

 Sehingga hal ini memicu pertanyaan dari awak media terkait dengan penggunaan BBM untuk eskafator yang digunakan dilokasi tambang, "Yang selanjutnya dijawab oleh PLT Direktur bahwa dirinya tidak mengetahui.

Dalam wawancaranya, Chilmah mengatakan bahwa      "Saya adalah PLT Direktur yang ditugaskan kira - kira baru 3 sampai 4 bulan yang lalu, sehingga saya belum faham sekali dengan kondisi dilapangan.  "Namun kami selalu menghimbau kepada semua operator, khususnya pengemudi Truck untuk menutup muatan dengan menggunakan terpal,  "Namun juga  kita dapati masih banyak pengemudi yang membandel " "ungkapnya.

Lebih lanjut Chikmah menjelaskan, bahwa " Tentang pengawasan terkait penggunaan BBM yang digunakan untuk mengoperasikan alat berat ekskavator. "memang kami belum pernah melakukan pemeriksaan " ulasnya.

Hingga berita ini diterbitkan sejumlah awak media masih tersu menggali informasi dan memantau aktifitas kegiatan tambang yang dikelola oleh pihak Perusda, Publik menunggu ketegasan dari pihak pihak terkait dalam  menyikapi polemik ini.

Red   Tim innnews


0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka