- Oleh Infonews871
- 26, Apr 2026
*KEBUMEN INFONEWS TERKINI*
Rencana acara perpisahan siswa kelas 6 SD Negeri Sadang Wetan, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen tahun 2026, menuai keluhan dari sejumlah wali murid, bahkan menjadi sorotan tajam masyarakat dan publik, terutama bagi mereka wali murid yang perekonomian pas-pas an,
Pasalnya, total iuran yang dibebankan ke tiap siswa mencapai Rp603.000,- dal dah tersebut sangat dirata memberatkan .
Berdasarkan catatan rincian iuran biaya perpisahan tersebut meliputi:
Pos iuran nominal
1 mujahadah Rp 27,000
2 konsumsi Rp 81,000
3 panggung. Rp 50.000
4 pak guru. Rp 95.000
5 kenangan. Rp 350,000
Total Rp. Rp603,000
Sejumlah wali murid yang meminta untuk tidak disebutkan identitas dan namanya pada (4/5/2026) kepada wartawan mengaku bahwa pihaknya sangat merasa keberatan dengan besaran iuran tersebut.
Memang hampir kebanyakan mereka ketika hadir dalam rapat atau kumpulan terkesan setuju walau dalam hati mereka sebetulnya gak setuju, mengapa demikian karena mungkin merasa gak enak apa bila gak mengikuti dan menyetujui apa yang gagas dalam rapat atau kumpulan. "ungkapnya.
"Mungkin kalau Rp100-200 ribu masih wajar, dan itupun kan juga tidak boleh karena sudah menjadi aturan, "Nah ini malah sampai Rp 600 ribu lebih, "apalagi ekonomi lagi susah, "Kami juga masih harus memikirkan biaya masuk SMP nanti," ujarnya,kepada wartawan pada Minggu (4/5/2026).
Selanjutnya pada data Pos "Kenangan,
"nah disini juga menjadi sorotan tajam bagi kami, "karena nilainya paling besar dan pantastis, "hingga mencapai Rp350.000 per siswa. " Bahkan di situ juga di sebut pada daftar pos tersebut bertuliskan pak guru Rp 95.000/ siswa.
"Dengan jumlah siswa 21 anak total dana yang terkumpul dari pos ini saja mencapai Rp7.350.000, mengapa bisa begini, "kan ini sekolah negeri.
Sejumlah wali murid berharap agar pihak sekolah dan pihak komite dapat mengevaluasi dan meninjau ulang rencana anggaran tersebut,
Hampir rata rata mereka mengusulkan agar acara perpisahan dibuat lebih sederhana saja dan tidak memberatkan para orang tua wali murid, dan hal ini pun juga sebaiknya di tiadakan.
"Apakah perpisahan itu penting, "Jangan sampai jadi beban.
"Prinsipnya musyawarah untuk mufakat,dan jangan ada iuran yang memberatkan."ungkapnya.
Saat di konfirmasi Purwoto sang bendahara melalui sambungan telepon WhastApp kepada wartawan mengatakan dan bahwa sekolah dan komite tidak mengetahui.
"Menurutnya karena itu paguyuban orang tua murid.
"Berdalih paguyuban,
Biasanya dalih tersebut sering digaungkan atas nama paguyuban, namun itu hanya dalih dan alasan belaka demi mencari pembenaran mereka "demi komunitas/perkumpulan.
Berdasarkan maraknya fenomena tersebut di beberapa sekolah negeri Di wilayah Kebumen maka diharapkan agar pihak Dinas Pendidikan Pemda Kebumen segera turun kelapangan guna menyikapi fenomena yang ada terkait beberapa pungutan dengan dalih beraneka ragam di lingkungan sekolah Dasar Negeri Sadang wetan 1 kecamatan Sadang Kab Kebumen
Hingga berita ini diterbitkan terkait permasalahan yang menjadi sorotan tajam wali murid tersebut,awak media terus akan memantau,apakah terus akan dilanjutkan melakukan tarikan dana kepada wali siswa atau dibatalkan.
Red. Tim investigasi
Belum ada komentar.