- Oleh Infonews871
- 08, Mar 2026
KARAWANG,INFONEWS –
Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Karawang, kembali menunjukkan urgensi kepedulian sosial. Pada Kamis (19/03/2026), sebanyak 30 anak yatim berkumpul di Aula Desa Kalijati untuk menerima santunan yang telah menjadi agenda rutin tahunan.
Namun, di balik penyerahan amplop dan bantuan materi, tersirat sebuah pesan edukatif mengenai tanggung jawab struktural pemerintah desa terhadap perlindungan anak dan pengentasan kemiskinan di level akar rumput.
Acara ini tidak hanya dihadiri oleh Kepala Desa, tetapi juga melibatkan jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa lainnya. Secara administratif, kehadiran kolektif ini menandakan bahwa program kesejahteraan masyarakat bukan hanya ambisi personal seorang kepala desa, melainkan kebijakan terpadu desa.
Kepala Desa Kalijati, Deni Supriyatna, S.E, menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci. Sejak awal masa jabatannya, santunan ini telah bertransformasi dari sekadar aksi sporadis menjadi program yang terukur.
"Alhamdulillah, kegiatan ini rutin sejak saya menjabat. Harapan kami ke depan adalah maksimalisasi perhatian, bukan hanya kuantitas santunan, tapi kualitas pendampingan bagi anak-anak yatim di Kalijati," ujar Deni.
Meskipun santunan di penghujung Ramadan 1447 H ini berdampak positif bagi kebahagiaan anak-anak—terutama dengan adanya tambahan permainan edukatif—tantangan sebenarnya terletak pada keberlanjutan di 11 bulan lainnya.
Ustadz Komarudin Gupron dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa kepedulian sosial tidak boleh bersifat musiman. Nilai iman diuji justru ketika Ramadan berlalu. Tantangan bagi Pemerintah Desa Kalijati ke depan adalah menciptakan sistem pendataan anak yatim yang terintegrasi dengan akses kesehatan dan jaminan pendidikan yang tidak hanya bergantung pada momen hari besar.
Langkah Desa Kalijati di bawah kepemimpinan Deni Supriyatna patut menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Karawang. Transformasi bantuan dari "pemberian sekali putus" menjadi "janji keberlanjutan pendidikan" adalah lompatan logika kebijakan yang progresif. Kini, masyarakat menunggu realisasi program beasiswa tersebut agar anak yatim di Kalijati tidak hanya bertahan hidup, tapi juga mampu menaklukkan masa depan.
Eghi Alam
Belum ada komentar.