- Oleh Infonews871
- 23, May 2026
KEDIRI - INFONEWS TERKINI.
Semangat menjaga dan melestarikan warisan leluhur semakin tampak nyata dalam acara akbar Kirab Paripuja Eyang Dewi Kilisuci yang digelar oleh Rumah Budaya Kediri, pada hari Sabtu Kliwon, tanggal 23 Mei 2026. Hadir dalam kegiatan penuh nilai sejarah dan sakral ini, Ki Purwotanoyo, S.H. atau yang akrab disapa Gus Purwo, selaku Ketua Umum Padepokan Macan Jenggolo dari Tulangan, Sidoarjo.
Kehadiran Gus Purwo beserta rombongan menjadi bukti eratnya ikatan persaudaraan dan kepedulian antarpegiat budaya lintas daerah dalam menjaga kekayaan budaya Nusantara. Kirab budaya yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berjalan khidmat, dengan rute perjalanan dimulai dari Jalan Raya Untung Suropati Nomor 25, Pakelan, Kota Kediri, hingga berakhir di lokasi bersejarah Goa Selomanggleng.
Acara agung ini dihadiri dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, serta komunitas pencinta budaya dari berbagai latar belakang. Tampak berjalan beriringan dalam barisan kirab para sesepuh dan pinisepuh daerah, perwakilan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK), kelompok kesenian Pecut Samandiman, Sanggar Wahyu Krido Budoyo, serta Warga Peduli Sejarah dan Identitas (WPSI).
Suasana semakin meriah dan berwarna dengan keikutsertaan para seniman, budayawan, para mahasiswa, hingga pelajar yang antusias mengikuti prosesi dari awal hingga akhir. Kehadiran generasi muda menjadi harapan agar nilai-nilai luhur yang ditinggalkan para leluhur tetap hidup, dipahami, dan diteruskan ke generasi berikutnya.
Ki Purwotanoyo, S.H. dalam keterangannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada Rumah Budaya Kediri yang senantiasa konsisten menggelar kegiatan bernilai tinggi seperti ini. Menurutnya, Kirab Paripuja Eyang Dewi Kilisuci bukan sekadar seremoni adat, melainkan wujud nyata usaha menjaga jati diri bangsa di tengah arus zaman yang terus berubah.
"Kami dari Padepokan Macan Jenggolo Sidoarjo hadir di sini semata-mata karena rasa cinta kami terhadap budaya dan sejarah Nusantara. Eyang Dewi Kilisuci adalah bagian penting dari sejarah kerajaan dan peradaban di tanah Jawa, khususnya Kediri. Sudah menjadi kewajiban kita semua, baik dari Sidoarjo, Kediri, maupun daerah lain, untuk saling bahu-membahu merawat dan melestarikan warisan ini agar tidak hilang ditelan waktu," ungkap Gus Purwo.
Ia juga berharap kegiatan serupa terus digalakkan dan menjadi wadah kolaborasi antarberbagai komunitas budaya, sehingga kearifan lokal yang ada dapat terus memberikan manfaat, keteladanan, dan menjadi perekat persatuan masyarakat.
Prosesi kirab berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa syukur. Sepanjang perjalanan, para peserta membawa simbol-simbol adat, diiringi alunan seni dan budaya, menciptakan suasana damai dan penuh penghormatan hingga sampai di tujuan akhir Goa Selomanggleng.
Dengan terselenggaranya acara ini, semangat untuk terus mengangkat harkat budaya Nusantara semakin kokoh, dibuktikan dengan kebersamaan para pegiat budaya seperti Ki Purwotanoyo dan masyarakat luas yang bersatu hati menjaga warisan leluhur bangsa.
Red (Athan)
Belum ada komentar.