- Oleh Infonews871
- 07, Aug 2026
JAKARTA-INFONEWS TERKINI.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan TNI AD mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum di Aceh menyusul kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh.
Maruli mengatakan kondisi Aceh sejauh ini masih dapat ditangani dan belum memerlukan penambahan pasukan.
“Kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum,” kata Maruli saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Ia menyebut seluruh pihak yang terbukti melakukan pelanggaran harus bertanggung jawab sesuai hukum. TNI juga terus memantau perkembangan situasi serta kebutuhan pengamanan di lapangan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila merupakan simbol negara yang wajib dihormati.
Djamari menyebut penghormatan terhadap simbol negara telah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009. Jika ditemukan unsur tindak pidana, pelaku harus diproses secara tegas dan adil sesuai hukum.
Kericuhan terjadi dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh pada 14 Agustus 2026. Massa dilaporkan menurunkan Bendera Merah Putih di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan menaikkan bendera bulan bintang.
Peristiwa serupa juga terjadi di Pendopo Gubernur Aceh, berupa perusakan lambang negara Garuda Pancasila, penurunan Bendera Merah Putih, serta pengibaran bendera bulan bintang.
Red (Ag).
Belum ada komentar.