Fakta Dibalik Carut Marutnya Kepengurusan Aliansi Mubaligh Karawang" Sebagai Pengurus Harusnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan Organisasi Dengan Jalan Musyawarah untuk Mufakat

KARAWANG INFONEWS871.COM - Aliansi Mubaligh Karawang (AMUK) yang sudah diresmikan oleh Wakil Bupati Karawang H. Aep Syaefuloh, SE pada pada tanggal 2 Agustus 2022 di Cikampek, akhir-akhir ini sedang mengalami gelombang perpecahan.

Untuk mengetahui lebih jauh dalam hal ini awak media Infonews871.Com berusaha menggali informasi langsung kepada Ketua Umum (ketum) AMUK yakni KH. Wahyudin AZ, S.Pd.I yang lebih akrab disapa Ki Rawing dan beberapa pengurus yang tercantum dalam Struktur Organisasi Aliansi Mubaligh Karawang. Minggu (21-5-2023).

Menurut Ki Rawing, AMUK masih tetap berdiri dan akan terus berkibar menjalankan tugas sesuai visi serta misi yang sudah disepakati oleh semua pengurus dan anggota melalui musyawarah yang sudah dilaksanakan.

"AMUK masih berdiri dan benderanya akan terus saya kibarkan untuk kepentingan umat dalam menjalankan syiar Islam melalui media dakwah," tegasnya.

Ki Rawing sangat menyayangkan dengan adanya beberapa pengurus yang seakan keluar dari kepengurusan karena membuat paguyuban baru.

"Sebagai pengurus harusnya menjaga persatuan dan kesatuan organisasi dengan jalan musyawarah untuk mufakat apabila ada ketidak sinkronan dalam menjalankan roda organisasi," terangnya.

Hal lain disampaikan pula oleh KH. Hadim Hidayat (Jidim) bahwa, roda organisasi harusnya dinahkodai oleh Ketua Umum sementara para pengurus yang lain mestinya menjalankan tugas program sesuai dengan tupoksinya masing-masing sehingga tidak akan ada overlap dalam pelaksanaan kerjanya.

Sementara itu Dewan pembina AMUK yakni KH. Jejen Mubarok (Wan Loreng) belum memberikan keterangan karena kesibukannya walaupun sudah beberapa kali awak media hubungi melalui telpon. 

Red : Diwiryo 

Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !