​Didorong Masyarakat, Petahana Iwan Kurniawan Siap Bertarung di Pilkades Situdam 2026


‎KARAWANG,INFONEWS -

‎Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Karawang mulai memasuki tahapan politik yang semakin dinamis. Di Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, nama petahana Iwan Kurniawan mulai kembali mencuat setelah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pengabdian sebagai calon kepala desa.

‎‎Iwan Kurniawan yang akrab disapa Abah menyampaikan kesiapannya untuk kembali maju dalam pemilihan Kepala Desa Situdam periode 2026-2034. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada awak media, Selasa (1/9/2026).

‎‎Menurut Iwan, keputusan untuk kembali mencalonkan diri bukan semata-mata karena keinginan pribadi. Ia mengaku mendapat dorongan dari masyarakat serta dukungan dari berbagai kalangan yang berharap sejumlah program pembangunan desa yang dinilai belum sepenuhnya tuntas dapat dilanjutkan.

‎‎“Insyaallah kalau kembali dipercaya menjadi kepala desa, saya ingin menuntaskan program-program yang masih tertunda,” ujar Iwan.

‎‎Ia menyebut sejumlah sektor yang akan menjadi perhatian apabila kembali mendapatkan amanah dari masyarakat. Di antaranya program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), sarana pendidikan, serta pembangunan dan penguatan sektor pertanian.

‎Pernyataan Iwan untuk melanjutkan program pembangunan tentu akan menjadi bagian penting dalam perdebatan publik menjelang Pilkades Situdam. Namun, keinginan melanjutkan kepemimpinan idealnya tidak berhenti pada slogan atau janji politik.

‎‎Masyarakat memiliki ruang untuk menilai sejauh mana program pada periode sebelumnya telah direalisasikan, program mana yang masih tertunda, serta apa penyebab keterlambatannya.

‎‎Hal tersebut penting agar agenda pembangunan Desa Situdam ke depan memiliki target yang jelas, terukur, transparan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

‎‎Terlebih, pembangunan desa tidak hanya menyangkut pembangunan fisik. Persoalan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, ketahanan ekonomi warga, pertanian, hingga transparansi pengelolaan anggaran desa juga menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian.

‎‎Program Rutilahu menjadi salah satu sektor yang disebut Iwan sebagai prioritas. Program tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan kondisi tempat tinggal warga.

‎‎Namun, pelaksanaannya perlu dilakukan secara transparan dan berdasarkan data penerima yang jelas agar bantuan benar-benar diterima warga yang memenuhi kriteria.

‎‎Begitu pula sektor pendidikan. Ketersediaan sarana pendidikan yang memadai merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Karena itu, kebutuhan fasilitas pendidikan perlu dipetakan berdasarkan kondisi riil di lapangan dan skala prioritas.

‎‎Sementara sektor pertanian juga menjadi perhatian tersendiri. Desa Situdam sebagai bagian dari Kecamatan Jatisari berada dalam wilayah yang memiliki aktivitas pertanian. Pemerintah desa dituntut tidak hanya membangun infrastruktur pertanian, tetapi juga mendorong produktivitas, akses petani terhadap sarana produksi, pengelolaan irigasi, serta penguatan ekonomi petani.

‎‎Sebagai petahana, Iwan Kurniawan tentu memiliki modal pengalaman dalam memimpin pemerintahan Desa Situdam. Data Pemerintah Kabupaten Karawang mencatat Iwan Kurniawan sebagai Kepala Desa Situdam dalam data Kecamatan Jatisari tahun 2025.

‎‎Namun, status sebagai petahana juga membawa konsekuensi berupa tuntutan pertanggungjawaban yang lebih besar.

‎‎Masyarakat bukan hanya akan mendengar apa yang dijanjikan untuk periode berikutnya, tetapi juga berpotensi membandingkannya dengan capaian selama masa kepemimpinan sebelumnya.

‎‎Karena itu, Pilkades Situdam nantinya tidak sekadar menjadi pertarungan figur, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menguji visi, program, rekam jejak, serta komitmen para kandidat terhadap pembangunan desa.

‎‎Iwan sendiri menyatakan kesiapannya kembali maju dan meminta dukungan masyarakat untuk melanjutkan pengabdian di Desa Situdam.

‎‎Pada akhirnya, keputusan mengenai siapa yang layak memimpin Desa Situdam tetap berada di tangan masyarakat melalui mekanisme pemilihan yang berlaku.

‎‎Bagi masyarakat, pilihan terbaik tentu bukan hanya berdasarkan kedekatan ataupun popularitas, melainkan juga berdasarkan rekam jejak, program yang realistis, transparansi, integritas, serta kemampuan calon dalam menyelesaikan persoalan desa.

‎‎Dengan demikian, kontestasi Pilkades Situdam diharapkan dapat menjadi proses demokrasi yang sehat dan menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar mampu membawa pembangunan desa semakin maju dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Eghi Alam

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka