- Oleh Infonews871
- 25, Aug 2026
JAKARTA — INFONEWS TERKINI -- Lulus SMK tak cukup hanya bermodal ijazah. Kompetensi, pengalaman, karya, dan sertifikat kini dituntut memiliki bukti yang jelas dan dapat dipercaya dunia industri.
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Ekosistem DigiSkillBadge, sebuah langkah untuk memperkuat rekam jejak kompetensi murid SMK sekaligus mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Nomor 4 yang menekankan penguatan sumber daya manusia, sains, dan teknologi. DigiSkillBadge juga diarahkan untuk mendukung digitalisasi pendidikan serta memperkuat link and match antara SMK dan dunia usaha maupun dunia industri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa murid SMK harus mulai membangun reputasi profesional sejak masih duduk di bangku sekolah.
“Jangan tunggu lulus untuk mulai membangun reputasi profesional. Mulailah sejak sekarang karena setiap proyek, sertifikat, pengalaman magang, dan karya adalah bagian dari cerita tentang siapa kalian dan apa yang mampu kalian lakukan,” tegas Tatang.
Menurut Tatang, dokumentasi kompetensi bukan lagi sekadar urusan administrasi. Rekam jejak digital harus mampu menjadi jembatan antara ruang kelas dan dunia kerja.
Ia juga mendorong dunia usaha dan industri untuk membuka akses lebih luas dalam menemukan talenta-talenta terbaik dari SMK.
Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan DigiSkillBadge bukan sekadar aplikasi baru. Ekosistem ini menggabungkan berbagai platform yang sudah dimiliki untuk mendokumentasikan perjalanan kompetensi murid.
Melalui DigiSkillBadge, kompetensi murid dapat dilengkapi dengan bukti, sertifikat, pengalaman, karya, dan portofolio yang dapat ditampilkan secara digital dan diverifikasi.
“DigiSkillBadge adalah jawaban untuk mewadahi kompetensi dan portofolio murid SMK yang dapat dibuktikan, dipercaya, dan dapat dilihat,” ujar Arie.
Ia berharap murid SMK mulai membangun rekam jejak sejak kelas X, bukan baru ketika akan lulus.
Dengan demikian, lulusan SMK nantinya tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki portofolio nyata yang bisa menjadi modal untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan karier.
Pesannya jelas: keterampilan harus punya bukti, karya harus punya cerita, dan setiap capaian harus memiliki rekam jejak.
Red by innews
Belum ada komentar.