Prof. Djagal Wiseso Marseno, "Selamatkan Buah Tropis Dan Langka Indonesia Dari Kepunahan"

IMG-20250829-WA0008.jpg

YOGYAKARTA –Info

IMG-20250829-WA0007.jpg

news871.com-

Pakar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajahmada (UGM), Prof.DR.Ir. Djagal  Wiseno Marseno, menghadiri acara Lauching Kampung Agrowisata dan Perpustakaan Digital Binaan Polri di Dusun Dukuh Wijilan Nanggulan Kulon Progo.

Prof Djagal Wiseno Marseno, meminta pemerintah mengambil langkah cepat dalam membendung masuk buah-buah import guna menyelamatkan nasib petani dan menyelamatkan buah tropis dan langka Indonesia dari kepunahan.

 

Masuknya buah import yang tidak terbendung sangat berdampak luas bagi petani buah tropis Indonesia”, katanya usai Launching kampung agrowisata dan perpustakaan digital binaaan Polri, Kamis (28/8/2025).

 

“Tidak ada kata lain regulasi harus kembali ditata ulang demi keberpihakan pada petani buah tropis kita harus diperkuat. Yang tak kalah pentingnya teknologi disiapkan termasuk sumber daya manusianya sendir,” kata Prof Djagal Wiseno Marseno.

 

Menjawab pertanyaan jurnalis NasionalNews.id, akibat dampak penebangan hutan rakyat seperti yang terjadi di Kalimantan, Papua termasuk Sumatera dan Sulawesi yang dilakukan perkebunan besar swasta berdampak hilangnya spesies buah-buahan tropis dan buah-buah langka.

 

“Buah tropis dan buah langka kita harus dilestarikan karena memiliki keunggulan tersendiri diantaranya antioksidan yang tinggi selain itu senyawa aktifnya beda dengan buah import Dalam hal ini pemerintah harus hadir menyelamatkannya dengan cara menyiapkan fasilitas penelitian  dan pengembangan  buah tropis termasuk buah langka negara kita,” kata penasehat IWOI Kabupaten Sleman itu.

 

Peresmian Kampung Agrowisata dan Perpustakaan Digital Binaan Polri ini menurut Pakar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajahmada UGM, merupakan upaya pemerintah bekerjasama dengan Polri dan petani dalam menyelamatkan buah tropis dan buah langka Indonesia.

 

“Ini sebagai pilot proyek dalam upaya mempertahan kekayaan buah tropis kita kedepannya,” pungkasnya.

 

Haryadi Baskoro, salah seorang penasehat IWOI Sleman yang banyak menulis seputar naskah naskah tentang keistimewaan Yogyakarta, mencoba mengomentari bagaimana Kraton Jogjakarta ikut peduli melestarikan buah-buah langka di Jogjakarta.

 

“Dalam upaya melestarikan beraneka ragam buah tropis Jogjakarta punya visi Among Tani Dagang Layar yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam menghargai buah-buahan wong Jogja menuangkan dalam budaya seperti sawo kecik yang memiliki arti Sarwo becik atau hidup itu harus selalu berbuat baik pada sesama,” kata kerabat Keraton Yogyakarta itu.(Hrm)

Tags:
Anda belum dapat berkomentar. Harap Login terlebih dahulu

Komentar

  • Belum ada komentar !