BOGOR- INFONEWS TERKINI.
Sebuah video yang merekam dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang petugas parkir di kawasan Ruko Grand Kahuripan, Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian warga. Peristiwa yang terekam dalam video tersebut disebut terjadi pada Jumat (2/10/2026).
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan seragam yang disebut sebagai seragam TNI terlibat adu mulut dengan sejumlah warga di sekitar sebuah toko roti/kue di kawasan ruko.
Dari rekaman suara, terdengar seorang perempuan meminta agar tidak terjadi pemukulan dan meminta persoalan diselesaikan secara baik-baik.
“Jangan mukul, Pak! … jangan emosi,” ujar perempuan tersebut dalam rekaman.
Pria berseragam tersebut kemudian terdengar memberikan penjelasan mengenai persoalan yang disebut berkaitan dengan petugas parkir. Ia juga menyebut persoalan tersebut telah berlangsung sebelumnya.
“Ini udah tiga minggu yang lalu, udah dua bulan yang lalu! Kamu boleh jaga di sini, tapi diajak ngomong kok kayak gini-gini,” ucap pria tersebut sebagaimana terdengar dalam rekaman.
Berdasarkan narasi yang menyertai video, pria tersebut disebut terlibat dalam dugaan pemukulan terhadap seorang petugas parkir yang merupakan warga Desa Klapanunggal.
Namun, dari video yang diterima redaksi, identitas pria tersebut, status kedinasannya secara resmi, serta kronologi lengkap dugaan tindakan kekerasan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Kades Klapanunggal: “Aing Teu Terima Warga Aing Digebugan”
Dalam bagian lain video, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin terlihat menemui sejumlah pemuda yang disebut sebagai korban atau pihak yang berada di lokasi kejadian.
Ade menanyakan kondisi mereka dan menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap dugaan tindakan kekerasan yang disebut menimpa warga Desa Klapanunggal.
“Aing teu terima aing warga aing digebugan kieu mah!” ujar Ade dalam bahasa Sunda.
Ade juga mempertanyakan persoalan yang disebut berkaitan dengan aktivitas parkir dan uang parkir sebesar Rp2.000.
“Duit 2.000, 2.000 ku batang tubuh tentara?” ucap Ade dalam rekaman.
Ia menyebut para pemuda tersebut merupakan warga yang sehari-hari bekerja sebagai petugas parkir di kawasan ruko.
“Ini adalah anak-anak parkiran Desa Klapanunggal … kesahariannya cuma bisa markir,” kata Ade.
Ade kemudian mengajak para pemuda tersebut makan bersama dan memberikan dukungan kepada mereka.
Dikonfirmasi kembali, Kepala Desa Klapanunggal menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diketahui oleh pihak kesatuan dan menunggu tindak lanjut dari Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL), karena berdasarkan informasi yang diterimanya, personel yang disebut dalam kejadian tersebut berasal dari kesatuan TNI AL.
Sementara itu, untuk memperoleh keberimbangan informasi, Danramil 0621-04/Klapanunggal Kapten Inf/Kav La Ahmadin telah dikonfirmasi mengenai dugaan kejadian tersebut.
Dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026), ia menyampaikan bahwa personel TNI yang bersangkutan telah dihubungi dan direncanakan bertemu dengannya pada Senin.
“Untuk yang bersangkutan anggota TNI sudah dihubungi dan sudah saya telepon untuk ketemu dengan saya. Rencananya besok Senin karena yang bersangkutan masih melaksanakan latihan di Bandung,” ujarnya.
Danramil juga menyampaikan bahwa Babinsa saat ini sedang melakukan pendalaman di lapangan dengan menemui warga yang menjaga parkir di lokasi tersebut.
“Untuk sementara Babinsa sedang mendalami ke lapangan dan bertemu dengan warga kita yang menjaga parkir di tempat tersebut untuk mengecek kronologis sampai ada kejadian viral ini,” katanya.
Dan nanti Hari Senin akan Saya Panggil yang bersangkutan, untuk saat ini yang bersangkutan masih ada kegiatan di Bandung, kata Danramil klapanunggal.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kronologi lengkap peristiwa masih dalam tahap pendalaman. Karena itu, dugaan pemukulan yang muncul dalam narasi video belum dapat diposisikan sebagai fakta hukum sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang.
Sejumlah pertanyaan pun masih terbuka, antara lain mengenai awal mula perselisihan, persoalan aktivitas parkir, pihak yang terlibat, apakah benar terjadi kontak fisik, serta apa yang menjadi latar belakang hingga terjadi keributan di lokasi.
Apabila personel yang disebut dalam video benar merupakan anggota TNI AL, proses klarifikasi dan pemeriksaan oleh pihak kesatuan maupun POM AL menjadi penting untuk menjelaskan duduk perkara secara objektif.
Di sisi lain, pihak yang disebut sebagai terlibat dalam video juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi mengenai kronologi dari sudut pandangnya.
Red (Athan).





