JAKARTA INFONEWS TERKINI. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (DPP PWO DWIPA), Feri Rusdiono, S.H., mengeluarkan pernyataan keras dan berani terkait skandal dugaan penyadapan terhadap Presiden RI.
Feri meminta Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu.
Ia mendesak agar semua tanda jasa dan kehormatan negara yang pernah diberikan kepada para pelaku penyadapan tersebut dicopot seketika.
“Tindakan mereka bukan hanya pidana, tapi pengkhianatan terhadap negara. Saya minta kepada Bapak Presiden Prabowo agar mencopot semua tanda jasa yang sudah diberikan kepada pelaku tindak kejahatan penyadapan terhadap Presiden,” tegas Feri Rusdiono, S.H., kepada media Sabtu (7/11/2026).
Tidak hanya itu, Ketum PWO Dwipa juga meminta Tim Siber dan pengamanan Istana untuk bergerak cepat.
Ia meminta agar seluruh area Istana Kepresidenan disisir dan disterilkan total dari segala bentuk ancaman siber, termasuk alat sadap, malware, dan perangkat intelijen ilegal lainnya.
“Tim cyber harus menyisir dan mensterilkan area Istana dari ancaman cyber apapun. Ini sudah lampu merah bahaya bagi keamanan negara,” ujarnya.
Menurut Feri, perbuatan para pelaku yang diduga merupakan perwira aktif Mabes Polri ini telah membuat Indonesia malu di mata internasional.
“Perbuatan pelaku sudah memalukan negara Indonesia di mata luar negeri. Baru dalam sejarah Indonesia dipermalukan seperti ini. Bagaimana pimpinan luar negeri bisa aman dan nyaman jika berkunjung ke Indonesia, sedangkan Presidennya sendiri saja diperlakukan seperti itu, disadap oleh anak buahnya sendiri,” kecamnya dengan nada tinggi.
Feri Rusdiono menegaskan, PWO Dwipa sebagai organisasi pers yang beranggotakan ribuan wartawan online di seluruh Indonesia, berdiri tegak mendukung penuh langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan tanpa pandang bulu.
Red. : Ratih





