Beranda / Uncategorized / Dukacita Kebondalem: Siswa Kelas 2 Meninggal Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Akew Sekjen LSM F12 Angkat Bicara

Dukacita Kebondalem: Siswa Kelas 2 Meninggal Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Akew Sekjen LSM F12 Angkat Bicara

KARAWANG,INFONEWS –

Dunia pendidikan kembali berduka akibat maraknya aksi kekerasan di lingkungan sekolah. Seorang siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Muhammad Hasbi Al Aqib (7), meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) sore saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kepergian bocah malang tersebut diduga kuat akibat kekerasan fisik dan aksi perundungan (bullying) yang dilakukan oleh kakak kelasnya.

​Sebelum menghembuskan napas terakhir, Aqib sempat berjuang melewati masa kritis dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. M. Ashari Pemalang selama sembilan hari, terhitung sejak 17 September 2026. Tragedi memilukan ini memicu keprihatinan publik sekaligus sorotan tajam terhadap sistem pengawasan anak di sekolah dasar.

Menanggapi kasus dugaan perundungan yang menewaskan siswa SD di Pemalang ini, Sekjen DPP LSM PASUKAN DUA BELAS F12, Akew, Senin 12102025 angkat bicara secara tegas. Pihaknya meminta agar seluruh tenaga pendidik tidak bersikap pasif dan lebih proaktif menjaga keamanan mental maupun fisik peserta didik.

​”Kami meminta dengan tegas kepada seluruh guru untuk sering memberikan edukasi pencegahan perundungan kepada setiap murid-muridnya secara berkala. Hal ini sangat penting agar kejadian tragis yang menimpa almarhum Aqib tidak kembali terulang di sekolah manapun,” tegas Akew.

​Menurutnya, peran guru tidak boleh sebatas mengajarkan materi akademis di dalam kelas, melainkan juga harus menanamkan nilai empati, moral, dan rasa saling menghargai antarsiswa sejak dini.

Pencegahan perundungan memerlukan sinergi yang nyata dan terstruktur antara sekolah, dinas pendidikan, serta orang tua. Berikut adalah beberapa langkah konkret yang harus diterapkan:

1.​Edukasi Karakter & Anti-Bullying Rutin
Guru wajib menyisipkan pesan moral dan pemahaman bahaya perundungan secara konsisten, baik dalam sesi pembelajaran harian maupun kegiatan apel pagi.

2.​Peningkatan Pengawasan di Jam Rawan
Sekolah harus menugaskan guru piket untuk aktif berpatroli di titik-titik rawan selama jam istirahat dan pergantian jam pelajaran.

3.​Mekanisme Pelaporan Aman untuk Murid
Menyediakan saluran atau sistem di mana siswa dapat melaporkan tindakan kekerasan tanpa merasa takut atau diintimidasi.

4.​Deteksi Dini dan Komunikasi Aktif Orang Tua
Pihak sekolah dan orang tua perlu menjalin komunikasi dua arah guna memantau setiap perubahan fisik maupun emosional pada anak.

Eghi Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *