Beranda / Uncategorized / Beredar Mainan Anak,Mainan Squashy Dimainkan Dengan Ditusuk Pakai Jarum Suntik Tajam Bekas Pakai.

Beredar Mainan Anak,Mainan Squashy Dimainkan Dengan Ditusuk Pakai Jarum Suntik Tajam Bekas Pakai.

BOGOR-INFONEWS TERKINI.

Sejumlah orangtua dihebohkan dengan beredarnya mainan anak berupa alat Suntik berjarum Tajam di wilayah Jabodetabek.Mainan tersebut dijual bebas disekitar Sekolah dengan harga Rp.2.000 hingga Rp.5.000.
Salah satu warga yang menemukan mainan tersebut adalah Dhanti (28).Ia pertama kali melihat mainan itu saat berkunjung kerumah kakak ipar nya di wilayah Bogor pada akhir September lalu.

Dhanti menjelaskan,mainan tersebut dijual dalam satu paket yang berisi alat suntik dan Squashy berbentuk Dumpling.Permainan dilakukan dengan menyuntikan air ke dalam Squashy menggunakan alat suntik tersebut agar bentuknya mengembang.

“Keponakan saya membeli mainan tersebut hanya karena ingin memainkan saja”,ujar Dhanti,Jumat (23/10/2026).

Dhanti khawatir Jarum yang digunakan pada mainan tersebut merupakan Jarum Suntik bekas Medis.menurutnya,penggunaan jarum tajam dalam mainan anak berpotensi membahayakan keselamatan mereka.Ia mengaku menemukan informasi mengenai dugaan anak yang terluka akibat tertusuk Jarum mainan tersebut melalui kolom komentar di Media Sosial.

Namun,ia belum menerima laporan langsung mengenai Kejadian tersebut.
Hal serupa juga dialami N,salah satu orangtua murid yang mengatakan anaknya membeli mainan sejenis.Ia mengaku khawatir setelah memeriksa kondisi jarum pada mainan tersebut “Jarumnya benar-benar Tajam dan tidak ada segel kalau itu jarum baru.Sangat berisiko sekali”,ucap N.

Ia mengatakan anak nya tertarik membeli mainan tersebut karena cara memainkannya.Air disuntikan kedalam Squashy berbentuk Dumpling menggunakan Jarum Suntik yang disertakan dalam paket.N mengatakan anaknya membeli mainan tersebut seharga Rp.5.000.Setelah memeriksa Kondisinya,ia langsung membuang mainan itu untuk mengindari resiko yang membahayakan Anaknya.

Sampai Berita ini diturunkan,para orangtua murid meminta kepada pihak Sekolah untuk Merazia murid nya sekaligus Melarang Pedagang yang menjual mainan seperti itu.

Red (Athan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *