BOGOR-INFONEWS TERKINI.
Di balik dedikasinya merawat ruang seni di Cileungsi, Bogor, tersimpan kisah ketegaran luar biasa dari Dimas Noor Asyhari (27), seorang seniman lokal pejuang kanker stadium 2 yang telah diidapnya selama hampir dua tahun. Ia adalah sosok di balik lahirnya Pasar Seni Seminggu, ruang kreatif publik gratis untuk anak muda setempat.
Ia adalah sosok penting di balik lahirnya Pasar Seni Seminggu, ruang kreatif gratis yang ia bangun demi menghidupkan ekosistem seni dan memberikan wadah berekspresi bagi anak-anak muda di Cileungsi.
Namun di balik besarnya kepedulian yang ia berikan untuk orang lain, tersingkap kenyataan haru dari perjalanan pribadinya:
Berjuang Mandiri Tanpa Perhatian Keluarga
Saat tempat tinggalnya tak lagi memberikan kehangatan dan dukungan keluarga tak lagi ia dapatkan, ia memilih untuk tetap berdiri tegar. Demi tidak ingin menjadi beban bagi orang tuanya, ia menjalani seluruh proses pengobatan medis dan bolak-balik ke rumah sakit seorang diri.
Menolak Menyerah, Tetap Melahirkan Karya
Di tengah kondisi fisik yang kian melemah, semangat berkaryanya tidak pernah padam. Di titik terendah tersebut, ia mendedikasikan sisa tenaganya untuk menyelesaikan buku memoar perjuangannya yang berjudul STAY ALIVE (Aku, Cancer & Allah).
Dipeluk Komunitas Sebagai Keluarga Baru
Prinsip apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai terbukti nyata. Ketulusan hatinya dalam merawat komunitas seni kini berbuah manis. Ketika rumah tak lagi hangat, kawan-kawan seniman lokal justru hadir merangkulnya, menjadi keluarga baru yang siap merawat, mendampingi, dan menguatkan fisiknya di saat-saat paling rapuh.
Kisah sang seniman Cileungsi ini adalah bukti nyata bahwa ketulusan, keberanian, dan semangat berkarya tidak akan pernah padam oleh ujian seberat apa pun.
Mari berikan doa, apresiasi, dan dukungan terbaik untuk perjuangannya.
Red (Athan).






