Beranda / HUKUM&KRIMINAL / Hilang Selama 10 Hari,Siswi SMK Tasikmalaya Ditemukan Di Apartemen Mewah PIK 2 Dengan Nama Fiktif.

Hilang Selama 10 Hari,Siswi SMK Tasikmalaya Ditemukan Di Apartemen Mewah PIK 2 Dengan Nama Fiktif.

TANGGERANG-INFONEWS TERKINI.

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan di Apartemen Tokyo lantai 33, kawasan PIK 2, Tangerang, Banten, Minggu (11/10/2026), setelah dilaporkan hilang selama 10 hari. Polisi kini menyelidiki dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri menjelaskan, korban terakhir terlihat pada Jumat (2/10/2026) malam saat berpamitan keluar dari indekos untuk membeli makanan. Namun, ia tak kunjung kembali dan tidak memberi kabar kepada keluarganya.

“Korban di bawah umur, korban hilang usai keluar di kosan malam hari dan tak memberitahu kabar apapun ke orang tuanya,” kata Heru, Senin (12/10/2026), dikutip dari kompas.

Setelah melakukan pencarian, polisi dari Polres Tasikmalaya bekerja sama dengan Polda Metro Jaya berhasil melacak keberadaan korban di Tangerang.

Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner Ringgo mengatakan, proses penjemputan korban tidak mudah karena namanya disamarkan saat berada di apartemen tersebut.

“Keduanya saat kita ke apartemen untuk penjemputan, ternyata tidak mudah juga, soalnya nama korban disamarkan saat ada di apartemen itu,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Polisi juga menemukan kardus ponsel baru milik korban di sebuah indekos di depan area apartemen. Berdasarkan penelusuran awal, siswi tersebut berangkat sendiri dari Tasikmalaya ke Tangerang untuk menemui pria yang dikenalnya melalui media sosial dan disebut sebagai kekasihnya.

Setelah ditemukan, korban dibawa ke rumah aman Unit PPA Polres Tasikmalaya. Kondisi psikologisnya sempat terguncang hingga hanya mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Kini, kondisinya berangsur membaik setelah mendapat pendampingan dari UPTD PPA Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya dan KPAID Tasikmalaya.

“Saat ini, kondisinya bertahap sudah membaik, hanya belum maksimal untuk memudahkan pendalaman, tetapi sudah mulai bisa berkomunikasi,” kata Josner.

Polisi masih mendalami dugaan TPPO tersebut untuk mengungkap motif, modus, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Red (Athan).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *